Jumat, 27 Desember 2013

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG

Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi psikologi (s1)                   Sumber: http://www.binadarma.ac.id/content/98/124/Program%20Studi%20Psikologi%20%28S1%29.html


Visi

Menjadi pusat kajian ilmu psikologi yang terbaik di Sumatera Selatan, dengan keunggulan dibidang pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yang tanggap sekaligus interaktif terhadap nilai, proses dan masalah sosial, budaya, agama, politik dan ekonomi yang berpengaruh pada tingkah laku manusia.

Misi
(1) Menyelenggarakan dan mengembangkan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkualitas berdasarkan standar nasional dan global.
(2) Menciptakan civitas akademika yang mampu menguasai teori-teori dalam kajian psikologi dan mampu menerapkan teori-teori tersebut, secara kritis dan refleksi dalam berbagai bidang kehidupan

Tujuan
(1) Memahami pengetahuan dasar psikologi dan teknik pengamatan secara obyektif, sehingga dapat  menginterprestasi tingkah laku manusia, baik perseorangan maupun kelompok, menurut kaidah psikologi;
(2) Mampu melaksanakan penelitian psikologi dan menyusun laporan penelitian secara ilmiah dan profesional;
(3) Menunjukan kepekaan yang bertanggungjawab terhadap nilai, proses dan masalah sosial, budaya, agama, politik dan ekonomi yang berpengaruh pada tingkah laku manusia, sehingga dapat dinterprestasikan tingkah lakunya dalam kaitannya dengan kondisi di Indonesia;
(4) Mengenal, menghayati dan mengamalkan kode etik psikologi yang meliputi kode etik keilmuan dan penelitian.

Minggu, 22 Desember 2013

MILIKI 7 RASA MALU

 7 RASA MALU

1- MALU untuk berbuat Salah.

2- MALU karena datang Terlambat.

3- MALU karena Melanggar peraturan.

4- MALU karena Belajar dan bekerja tidak Berprestasi.

5- MALU karena melihat teman Sibuk melakukan aktivitas.

6- MALU karena Tugas tidak terlaksana atau selesai tidak   tepat waktu.

7- MALU karena Tidak berperan aktif dalam mewujudkan kebersihan lingkungan.

CERPEN "JATUH CINTA MENDEKATKANKU PADA ALLAH"

CERPEN
JATUH CINTA MENDEKATKANKU PADA ALLAH
Karya Kiki Ramadhan

“Gubrak”Aku menabrak sesuatu dihadapanku membuat semua buku-buku di gengamanku terjatuh. Siapakah sosok yang ku tabrak ini, mencoba menoleh kearahnya. Nampaknya seorang pria tinggi, berkulit putih dan berkaca mata.
“hati-hati” ucapnya melepas senyum dari dua belah bibirnya.

Aku menatap wajahnya dalam-dalam. Bibirku berat untuk berucap seperti ada sebuah sengatan listrik yang menyambarku, nafasku begitu berat, jantungku seakan sejenak terhenti.
“kamu gag kenapa-kenapa kan ?” tanyanya meyadarkan lamunanku.
“gag kok”balasku seraya membungkuk memunguti buku-bukuku yang terjatuh.

Ku lanjutkan langkahku. Teringat sosok pria yang ku tabrak tadi, siapakah gerangan dirinya, terbayang selalu ingatan senyum manisnya yang begitu menawan. hemmm.. Mungkinkah aku jatuh cinta ???.
***
Jatuh Cinta Mendekatkanku Pada Allah
Pagi jakarta,
Aku membuka jendela kamarku. Malam telah berganti pagi, menyisakan embun pagi yang akan segera hilang tertelan hangatnya mentari. Kicauan burung terdengar mengalun, memberikan keindahan pagi ini. Sebentar menghampiri laptop, membuka account facebook kemudian bergegas mandi untuk segera pergi sekolah.

Tiga jarum Jam tanganku sudah menunjuk pukul 06.30 pagi. Setelah menyantap beberapa potong roti, segera aku melangkah menuju sekolah.

Aku menyusuri lorong sekolah menuju kelas namun sebelumya aku harus melewati perpustakaan, laboratorium dan ruang guru. Ketika aku melewati ruang guru, aku melihat sosok pria yang kutabrak kemarin. Nampaknya ia baru saja keluar dari ruang guru.
“Hey..” Panggilku menghampirinya.
“Assalamualaikum” ucapnya berbalik menyapaku.
“Walaikumsalam” balaskku.
“ada apa yah ?”
“ga kok, kenalkan aku Kheisya Azahra” ucapku mengulurkan tangan.
“saya, Mohammad Ikhwan” jawabnya. Merapatan kedua telapak tangannya di dada.
“salam kenal” menarik lagi uluran tanganku. Aku mengerti mengapa ia tidak membalas uluran tanganku karena mungkin aku bukan muhrim baginya.
“sudah dulu yah sya, bel masuk sebentar lagi berbunyi” putusnya berlalu meninggalkanku.

Hatiku berbunga-bunga, rasanya bahagia bukan kepalang. Aku seperti mendapat sebuah hadiah terindah karena aku bisa berkenalan dengannya. Hemm.. ini membuatku semakin ingin tahu siapakah sebenarnya sosok Ikhwan itu.

Duduk bersandar di bangku taman sembari menimati snack yang baru saja kubeli dikantin bersama sahabatku Mirna. Kebiasaan inilah yang kulakukan menghabiskan jam istirahat. Sejurus kemudian aku melihat Ikhwan keluar dari kelasnya. Untuk kedua kalinya aku mencoba menghampirinya.
“Mirna, gue kesana dulu sebentar” ucapku meninggalkan Mirna.
“oke” balasnya.

Aku mengikuti langkah Ikhwan . Nampaknya ia menuju mushola yang berada di ujung sekolah tepat di sebelah ruang osis.
“Kheisya, ” sapa Ratna menghampiriku. “mau shalat Dzuhur?”
“gag, aku gag bawa mukena”jawabku. “Ratna kenal sama Ikhwan ?”
“oh ka Ikhwan, dia ketua rohis disini. Memangnya ada apa kamu tanya ka Ikhwan ?”
“gag kenapa-kenapa kok. Aku boleh masuk rohis gag ?”
“boleh saja kok, rohis terbuka untuk siapa saja. Kamu datang saja kesini setiap hari minggu jam sembilan pagi mengenakan pakaian muslim”ujarnya.
“oh begitu yah,. Okeh deh, makasih yah”
“iyah sama-sama, kamu jadi Shalat gag ? ini pakai mukenaku”
“gag, lain kali ajah”putusku meninggalkan Ratna.
***

Minggu pagi tepat jam sembilan aku datang kesekolah. Semenjak aku mengetahui bahwasanya ka Ikhwan adalah ketua rohis, kini aku tertarik dengan kegiatan itu.
“kheisya sini..”panggil Ratna dari dalam mushola ketika melihat kedatanganku. Segera aku menghamprinya.
“sya, pakai kerudungmu” pinta Ratna padaku.
“aku gag bawa”
“yasudah ini aku pinjamkan” ucapnya mengeluaran kerudung dari dalam tasnya kemudian memberikannya padaku.

Aku mengenakan kerudung pemberian Ratna. Baru kali ini aku merasakan menggunakan kerudung lagi setelah lama tidak pernah menggunakan. Terakhir ku ingat saat duduk dibangku sekolah dasar dulu, itupun hanya setiap hari jum’at saja.

Tidak lama aku duduk, ka Ikhwan datang bersama dua orang laki-laki yang tidak aku kenal. Kemudian mereka duduk bersila diantara kami. Mengetahui kedatangan ka Ikhwan segera Ratna menghampirinya.
“Assalamualaikum Ka Ikhwan” sapa Ratna.
“Walaikumsalam, ada apa Ratna ?” balasnya.
“Ada sahabat kita yang baru bergabung, namanya Kheisya Azahra” Ratna meperkenalkanku. Jari jempolnya menunjuk kearahku. Ka Ikhwan hanya menolehkan wajahnya kearahku kemudian memberikan senyum. Akupun hanya tersenyum seraya mengangguk membalas senyumnya.
Waktu begitu cepat berlalu, Dzuhur telah datang dan Azan telah di kumandangkan. Kami shalat berjamaah kemudian membaca beberapa ayat Al-Qur’an, ditutup dengan Dzikir bersama dan kamipun di pulangkan.
***

Sebulan telah berlalu. Kini aku semakin dekat dengan sosok ka Ikhwan dan bukan hanya itu semenjak aku bergabung dengan kegiatan rohis kini aku mulai rajin pergi ke mushola, rajin melakukan ibadah,dan telah memakai pakaian muslim setiap pergi sekolah. Tentunya semua ini aku lakukan atas dasar rasa sukaku dengan ka Ikhwan. Dialah yang mebuat aku benar-benar berubah. Semakin hari kini rasa sukaku itu makin memuncak, ingin segera rasanya aku ungkapkan. Namun apakah ka Ikhwan akan menerima cintaku.

Jam istirahat aku mengahmpiri ka Ikhwan yang sedang asyik duduk di kantin. Kini saatnya aku ungkapkan semua yang aku rasakan padanya.
“Assalamualaikum ka Ikhwan, Kheisya mau ngomong sesuatu sama kakak” ucapku membuka obrolan.
“Walaikumsallam, iyah ada apa sya ?”
“ka Ikhwan sebenarnya kheisya suka sama kakak, semenjak saat pertama aku nabrak kakak dulu. Dan semua yang kini kheisya lakukkan merupakan cara agar kheisya bisa dekat sama kakak. Entahlah mungkin Allah tidak akan pernah menerima ibadah Kheisya karena selama ini maksud dan tujuannya hanya untuk bisa kenal sama kakak dan kakak bisa suka sama Kheisya. Sekarang aku mau ungkapkan persaan ini sama kakak dan apakah kakak mau menerima cinta Kheisya” jelasku.
“kakak gag percaya dengan apa yang kakak dengar, kenapa kamu harus melakukan semua ini sya” balasnya seperti tidak percaya. “mohon maaf sya, kakak tidak bisa menerima cintamu karena kakak sudah memutuskan untuk tidak pacaran dan memfokuskan diri pada ujian nasional nanti”
“iyah ka, Kheisya mengerti dan Kheisya juga tahu kalau selama ini Kheisya salah”
“gag ada yang salah kok sya. Seharusnya kamu bersyukur sama Allah, mungkin inilah caraNya untuk mendekatkan kamu padaNya. Sekarang, kamu harus terus melanjutkan ibadahmu dan dasarkan ibadahmu karena Allah”
“iyah ka, makasih atas semua bimbingannya selama ini. Kakak tidak akan berhentikan membimbing Kheisya dekat sama Allah ?”
“Insya Allah tidak selama kamu masih mau belajar. Yuk, sama-sama kita belajar untuk mendekatkan diri pada Allah”
“iyah ka”putusku mengilangkan rasa kekecewaan.
Rasa itu kini makin lama menghilang. Sekarang aku harus belajar untuk melupakan impian perasaan itu, belajar untuk jadi jiwa yang tegar, belajar untuk bisa menjadi lebih baik, dan tentu belajar untuk lebih dekat mencintai Allah.

-Selesai-
Semoga bisa memberi manfaat.. bahwasanya jatuh cinta itu mempunyai sebuah manfaat dan bisa dimanfaatkan..Jangan takut untuk Jatuh Cinta..

Sumber
http://www.lokerseni.web.id/2013/05/jatuh-cinta-mendekatkanku-pada-allah.html

Sabtu, 21 Desember 2013

SIKOLOGI



-Secara psikologis warna Kuning merangsan aktivitas pikiran dan mental. Hal ini meningkatkan proses analisis dan penalaran logis kita.


-Psikologi sosial fukus pada aspek perilaku antar peribadi, pengaruh sosial, dan pemikiran sosial.
 

-Seseorang yang menjalani pola hidup sehat cendrug lebih teratur dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

KEBUDAYAAN




TUGAS MAKALAH
ANTROPOLOGI
 TENTANG KEBUDAYAAN



 





DISUSUN OLEH KELOMPOK: 4
KELAS            : PS1B
1.    Muhammad Fahlevi          (13.181.055)
2.    Hamzah                               (13.181.043)
3.    Falih hadi pradana            (13.181.046)


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG
2013



KATA PENGANTAR
Ahamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah SWT.yang dengan rahmat dan inayah-nya. Makalah KEBUDAYAAN ini telah selesai kami susun untuk dapat dipersentasikan dikalangan mahasiswa.
            Makalah ini kami susun dengan maksud untuk dapat dijdikan pedoman tambahan bagi para mahasiswa khususnya di Bina Darma.
            Isi makalah ini mecakup Definisi kebudayaan, Kebudayaan diperoleh dari belajar, Kebudayaan milik bersama, Kebudayaan sebagai pola, dan Kebudayaan bersifat dinamis dan adaptif.
            Dengan menggunakan makalah ini memahami dan menjaga kemudian melestarikan kebudayaan yang ada di indonesia ini. Dengan rasa iman, khusyuk, dan iklas dengan niat “Li ibtighaa mardhatillah”, yakni untuk memperoleh kridhaan Allah, baik di dunia maupun akhirat.
            Kepada para dosen dan ahli yang arif dan bijaksana penulis sangat mengharapkan fatwah dan tegur sapanya untuk perbaikan makalan dan mesempurnaan makalah ini.
Kepada Allah SWT. Kami memohon taufik dan hidayah-nya semoga usaha kami ini senantiasa dalam keridhaan-nya. Amin.


Palembang, 12 Nopember 2013
Penyusun
Kelompok 4

  
BAB I
PENDAHULUAN
Kata “kebudayaan” berasal dari kata sanskerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”.  Dengan demikian ke-budayaan dapat diartikan: “hal-hal yang bersangkutan dengan akal”

Semua konsep yang kita perlukan untuk menganalisa proses-proses pergerakan kebudayaan. Konsep yang terpenting adalah mengenai proses belajar kebudayaan itu sendiri,.terutama mengenai apa itu kebudayaan, kebudayaan diperoleh dari hasil belajar, kebudayaan milik bersama, kebudayaan sebagai pola, dan kebudayaan bersifat dinamis dan adaktif.
Negara Indonesia adalah negara terdiri dari berbagai suku bangsa, yang masing-masing memiliki  budaya  yang berbeda-beda. Perbedaan itulah yang menjadi ciri khas dan keunggulan Indonesia, Indonesia menjadi unik karena budayanya yang beragam.


BAB II
POKOK PEMBAHASAN
KEBUDAYAAN
A.DEFINISI KEBUDAYAAN MENURUT ILMU ANTROPOLOGI
Kata “kebudayaan” berasal dari kata sanskerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”.  Dengan demikian ke-budayaan dapat diartikan: “hal-hal yang bersangkutan dengan akal” (Oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat)
Meurut ilmu antropologi, “kebudayaan” adalah keseluruhan sistem gagasan, tidakan dan hasil karya manusia dalam  masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.(Oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat)
Definisi yang menganggap bahwa “kabudayaan”  dan  “tindakan kebudayaan” itu adalah segala tindakan yang harus dibiasakan oleh manusia dengan belajar (Learnet behavior), juga di ajukan oleh beberapa ahli antropologi terkenal seperti C.Wissler, C.Kluckhohn, A.Davis, atau A.Hoeble.(Oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat)
Dalam kehidupan sehari-hari perkataan ” kebudayaan” berarti kualitas yang wajar yang dapat diperoleh dengan mengunjungi cukup banyak sandiwara dan konser tarian dan mengamati karya seni pada sekian banyak gedung kesenian. Tetapi seorang ahli antropologi mempunyai definisi yang lain. Dalam ringksan ini Ralph Linton menjelaskan bagaimana definisi kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari berbeda dari definisi seorang ahli antropologi. ”kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan dari masyarakat yang manapun tidak hanya mengenai cara hidup itu, yaitu bagian yang oleh masyarakat dianggap lebih tinggi atau lebih diinginkan.  Dalam arti cerita hidup masyarakat itu kalau kebudayaan diterapkan pada cara hidup kita sendiri, maka tidak ada sangkut pautnya dengan main piano atau menbaca karya sastrawan terkenal.
Untuk seorang ahli ilmu sosial,kegiatan seperti main pinano itu, merupakan elemen-elemen belaka dalam keseluruhan kebudayaan kita. Keseluruhan ini mencakup kegiatan-kegiatan duniawi seperti mencuci piring atau menyetir mobil dan untuk tujuan mempelajari kebudayaan , hal ininsama derajatnya dengan “hal-hal yang lebih halus dalam kehidupan”. Karena itu, seorang ahli ilmu sosial tidak ada masyarakat atu perorangan yang tidak berkebudayaan. Tapi masyarakat mempunyai kebudayaan, bagai manapun sederhananya kebudayaan itu dan setiap manusia adalah makhluk berbudaya, dalam arti mengambil bagian dalam suatu kebudayan”.
Jadi, kebudayaan menunjuk kpada berbagai aspek kehidupan. Kata-kata itu meliputi cara-cara berlaku, kepercayaan-kepercayaan dan sikap-sikap, dan juga hasil dari kegiatan manusia yang khas untuk suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu – agama Shinto dan buddah dan penghormatan yang kuat terhadap generasi tua seperti halya dengan sumpit dan teater kabuki adalah juga bagian dari kebudayaan jepang. Kita masing-masing dilahirkan kedalam suatu kebudayaan yang bersifat kompleks dan kebudayaan itu kuat sekali pengaruhnya terhadap cara hidup serta berlaku yang akan kita ikuti selama hidup kita.(T.O.Ihroni)
                                     
B.KEBUDAYAAN DIPEROLEH DARI HASIL BELAJAR
Kebudayaan merupakan cara berlaku yang dipelajari; kebudayaan tidak tergantung dari transmisi biologi atau pewarisan melalui unsur genetis. Perlu ditegaskan hal itu disini agar dapat dibedakan perilaku budaya dari manusia dan primat yang lain dari tingkah laku yang hampir selalu digerakkan oleh naluri.Semua manusia dilahirkan dengan tingkah laku yang digerakkan oleh insting dan naluri yang walaupaun tidak termasuk bagian dari kebudayaan., namun mempengaruhi kebudayaan. Misalnya, kebutuhan akan makan adalah kebutuhan dasar yang tidak termasuk kebudayaan . Tapi bagaimana kebutuhan-kebutuhan itu dipenuhi => apa yang kita makan => dan bagaimana cara kita makan => adalah bagian dari kebudayaan kita. Jadi, semua orang makan, tetapi kebudayaan yang berbeda melakukan kebudayaan dasar itu dengan cara-cara yang sangat berbeda pula.(T.O.Ihromi)


C.KEBUDAYAAN MILIK BERSAMA
Kalau hanya seorang yang memikirkan atau melakukan hal tertentu, maka hal itu adalah kebiasaan pribadi, bukan satu pola kebudayaan.
Agar dapat secara tepat terckup dalam kebudayaan ia harus dimiliki bersama oleh suatu bangsa atau oleh sekelompok orang-orang. Jadi para ahli antropologi barulah berpendapat bahwa suatu bangsa mempunyai kebudayaan, jika para warganya memiliki bersama sejumlah pola-pola berpikir dan bekelakuan yang didapat melalui proses belajar.
Luas dan jenis kelompok yang dimiliki bersama ciri-ciri sangat berbeda. Dalam keluarga kita, dan dengan kawan-kawan kita misalnya, kita miliki bersama nilai-nilai, kepercayaan dan cara berlaku tertentu (walaupun ahli antropologi tidak begitu perhatian kepada kelompok budaya semacam ini) .(T.O.Ihromi)

D.KEBUDAYAAN SEBAGAI POLA
Menurut  Kamus Sosioogi Pola budaya adalah tatanan dari unsur kebudayaan yang menjadi dasar keutuhan suatu kebudayaan tertentu, dan pola budaya adalh konsep menggambarkan interelasi dari sebuah kelompok orientasi kultural.
Menurut kamus Atropologi pola budaya adalah rangkaian dari unsur-unsur yang menjadi ciri-ciri yang paling menonjol dari suatu kebudayaan, yang selanjutnya dapat dipakai untuk mendeskripsikan watak dari kebudayaan yang bersangutan.
Istilah dalam pola-pola kebudayaan
Nialai adalah sebuah kepercayaan yang didasari pada sebuah kode etik didalam masyarakat, efektifitas komunikasi antar manusia, termasuk komunikasi antar budaya, sangat tergantung pada pemahaman tentang makna dalam nilai.
Bahasa adalah kebudayaan ditemukan hanya dalam masyarakat manusia sebab hanya manusialah yang dapat mengembangkan sistem simbol dan menggunakan secara lebih baik.
Pola-pola budaya melalui pendekatan teoritis
Pola budaya menurut Edward T. Hall bependapat bahwa setiap kebudayaan mengajarkan cara-cara tertentu untuk memproses informasi yang masuk dan keluar “dai dan ke” sekeliling mereka. Misalnya mengatur bagaimana setiap anggota budaya memahami proses pertukaran informasi maupun kemasan informasi budaya itu sendiri.
           
E.KEBUDAYAAN BERSIFAT DINAMIS DAN ADAKTIF
Pada umumnya kebudayaan itu dikatakn bersifat adaktif, karena kebudayaan melegkapi manusia dengan cara-cara penyesuaian diri pada kebutuhan-kebutuhan fsikologis dari mereka, dan penyesuaian dari lingkungan yang bersifat fisik-geografis maupun pada lingkungan sosialnya. Banyak cara yang wajar dalam dalam hubungan tertentunpada suatu kelompok masyarakat memberi kesan janggal pada kelompok masyarakat yang lain, tapi jika dipandang dari hubungan masyarakat tersebut dengan lingkunganya, baru hubungan tersebut bisa dipahami.
Dalam hal adaptasi kebudayaan, bangsa kita termasuk yang tertinggal dan tingkat adaptasinya rendah. Misalnya saja internet, barang baru bagi masyarakat Indonesia. Internet sebagai ikon global sudah menjamur ke pinggiran kota dan mungkin merambah pedesaan, sebagaimana VCD. Rental dibuka dengan ruang yang diberi sekat. Penyekatan ruang adalah sebagai penjagaan terhadap privacy. Disana orang lebih dapat berkonsentrasi browsing, dan lainnya. Orang-orang dapat mengakses apa saja yang mereka mau dan melihat dunia dengan segala aspeknya, bahkan lekuk-lekuk tubuh yang paling tabu sekalipun. Akan tetapi, sering terjadi permainan seksual di ruang rental internet, yang tentu bukan pada tempatnya. Internet digunakan untuk mengakses video porno, sementara sepasang pengakses menikmati kegiatan seksual pula. Peristiwa ini merambah masyarakat terutama remaja.
Hal ini menjadi bukti ketidakadaptifan masyarakat dalam dinamika budaya yang berupa teknologi. Ketidaksiapan masyarakat terhadap perubahan budaya akan mengakibatkan terjadinya culture shockatau goncangan budaya.
Kebudayaan juga memiliki ciri dinamis atau selalu mengalami perubahan yang berarti pula tidak statis.Kebudayaan bukan sesuatu yang terus-menerus tetap (bertumpuk). Pada waktu yang sama dimana suatu kebudayaan ada, terdapat tanda-tanda kebudayaan baru. Tanda-tanda itu bisa sebagai tambahan (addition)atau pengurangan (subtraction).Tanda-tanda ini menyebabkan perubahan kebudayaan. Hal ini disebabkan kebudayaan berubah dan berkembang secara dinamis setiap saat: kebudayaan tidak statis. Berbagai aspek kebudayaan beserta tanda-tandanya akan terjalin rapat menjadi suatu pola yang sangat komplek.



BAB III
KESIMPULAN
budayaan dapat diartikan: “hal-hal yang bersangkutan dengan akal” (Oleh Prof.Dr.Koentjaraningrat). Kebudayaan merupakan cara berlaku yang dipelajari.kebudayaan tidak tergantung dari transmisi biologi atau pewarisan melalui unsur genetis.Agar dapat secara tepat terckup dalam kebudayaan ia harus dimiliki bersama oleh suatu bangsa atau oleh sekelompok orang-orang.Menurut  Kamus Sosioogi Pola budaya adalah tatanan dari unsur kebudayaan yang menjadi dasar keutuhan suatu kebudayaan tertentu, dan pola budaya adalh konsep menggambarkan interelasi dari sebuah kelompok orientasi kultural.Menurut kamus Atropologi pola budaya adalah rangkaian dari unsur-unsur yang menjadi ciri-ciri yang paling menonjol dari suatu kebudayaan, yang selanjutnya dapat dipakai untuk mendeskripsikan watak dari kebudayaan yang bersangutan.




Dafta pustaka
Koentjaraningrat. 2009 pengantar Antropologi. Jakarta.Rineka Cipta.
Ihromi. 1987.pokok-pokok Antropologi budaya . Jakarta. PT      GRAMEDIA.
Www.Hasnipastibisa. Blogspot. Com/2009/11/pola-pola budaya/
Diakses 12/11/2013
pakpahan.2013. kebudayaan bersifat dinamis dan adaktif.
Www. Atterkesy. Blogspot.com/2011/09/kebudayaan memiliki ciri-ciri adaktif.
Diakses 12/11/2013