TUGAS MAKALAH
ANTROPOLOGI
TENTANG KEBUDAYAAN
DISUSUN OLEH KELOMPOK: 4
KELAS :
PS1B
1.
Muhammad
Fahlevi (13.181.055)
2.
Hamzah (13.181.043)
3.
Falih
hadi pradana (13.181.046)
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG
2013
KATA
PENGANTAR
Ahamdulillah dengan rasa syukur
kehadirat Allah SWT.yang dengan rahmat dan inayah-nya. Makalah KEBUDAYAAN ini
telah selesai kami susun untuk dapat dipersentasikan dikalangan mahasiswa.
Makalah ini kami susun dengan maksud
untuk dapat dijdikan pedoman tambahan bagi para mahasiswa khususnya di Bina
Darma.
Isi makalah ini mecakup Definisi
kebudayaan, Kebudayaan diperoleh dari belajar, Kebudayaan milik bersama,
Kebudayaan sebagai pola, dan Kebudayaan bersifat dinamis dan adaptif.
Dengan menggunakan makalah ini
memahami dan menjaga kemudian melestarikan kebudayaan yang ada di indonesia
ini. Dengan rasa iman, khusyuk, dan iklas dengan niat “Li ibtighaa
mardhatillah”, yakni untuk memperoleh kridhaan Allah, baik di dunia maupun
akhirat.
Kepada para dosen dan ahli yang arif
dan bijaksana penulis sangat mengharapkan fatwah dan tegur sapanya untuk
perbaikan makalan dan mesempurnaan makalah ini.
Kepada Allah SWT. Kami memohon taufik
dan hidayah-nya semoga usaha kami ini senantiasa dalam keridhaan-nya. Amin.
Palembang, 12 Nopember 2013
Penyusun
Kelompok
4
BAB I
PENDAHULUAN
Kata “kebudayaan” berasal dari kata
sanskerta buddhayah, yaitu bentuk
jamak dari buddhi yang berarti “budi”
atau “akal”. Dengan demikian ke-budayaan
dapat diartikan: “hal-hal yang bersangkutan dengan akal”
Semua konsep yang kita perlukan untuk menganalisa
proses-proses pergerakan kebudayaan. Konsep yang terpenting adalah
mengenai proses belajar kebudayaan itu sendiri,.terutama mengenai apa itu
kebudayaan, kebudayaan diperoleh dari hasil belajar, kebudayaan milik bersama,
kebudayaan sebagai pola, dan kebudayaan bersifat dinamis dan adaktif.
Negara Indonesia adalah negara terdiri dari berbagai suku bangsa, yang masing-masing memiliki budaya
yang berbeda-beda. Perbedaan itulah yang menjadi ciri khas dan
keunggulan Indonesia, Indonesia menjadi unik
karena budayanya yang beragam.
BAB
II
POKOK
PEMBAHASAN
KEBUDAYAAN
A.DEFINISI
KEBUDAYAAN MENURUT ILMU ANTROPOLOGI
Kata “kebudayaan” berasal dari kata
sanskerta buddhayah, yaitu bentuk
jamak dari buddhi yang berarti “budi”
atau “akal”. Dengan demikian ke-budayaan
dapat diartikan: “hal-hal yang bersangkutan dengan akal” (Oleh Prof. Dr.
Koentjaraningrat)
Meurut ilmu antropologi, “kebudayaan”
adalah keseluruhan sistem gagasan, tidakan dan hasil karya manusia dalam masyarakat yang dijadikan milik diri manusia
dengan belajar.(Oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat)
Definisi yang menganggap
bahwa “kabudayaan” dan “tindakan kebudayaan” itu adalah segala
tindakan yang harus dibiasakan oleh manusia dengan belajar (Learnet behavior), juga di ajukan oleh beberapa ahli antropologi
terkenal seperti C.Wissler, C.Kluckhohn, A.Davis, atau A.Hoeble.(Oleh Prof. Dr.
Koentjaraningrat)
Dalam kehidupan
sehari-hari perkataan ” kebudayaan” berarti kualitas yang wajar yang dapat
diperoleh dengan mengunjungi cukup banyak sandiwara dan konser tarian dan
mengamati karya seni pada sekian banyak gedung kesenian. Tetapi seorang ahli
antropologi mempunyai definisi yang lain. Dalam ringksan ini Ralph Linton
menjelaskan bagaimana definisi kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari berbeda
dari definisi seorang ahli antropologi. ”kebudayaan adalah seluruh cara
kehidupan dari masyarakat yang manapun tidak hanya mengenai cara hidup itu,
yaitu bagian yang oleh masyarakat dianggap lebih tinggi atau lebih diinginkan. Dalam arti cerita hidup masyarakat itu kalau
kebudayaan diterapkan pada cara hidup kita sendiri, maka tidak ada sangkut
pautnya dengan main piano atau menbaca karya sastrawan terkenal.
Untuk seorang ahli ilmu
sosial,kegiatan seperti main pinano itu, merupakan elemen-elemen belaka dalam
keseluruhan kebudayaan kita. Keseluruhan ini mencakup kegiatan-kegiatan duniawi
seperti mencuci piring atau menyetir mobil dan untuk tujuan mempelajari
kebudayaan , hal ininsama derajatnya dengan “hal-hal yang lebih halus dalam
kehidupan”. Karena itu, seorang ahli ilmu sosial tidak ada masyarakat atu
perorangan yang tidak berkebudayaan. Tapi masyarakat mempunyai kebudayaan,
bagai manapun sederhananya kebudayaan itu dan setiap manusia adalah makhluk
berbudaya, dalam arti mengambil bagian dalam suatu kebudayan”.
Jadi, kebudayaan menunjuk
kpada berbagai aspek kehidupan. Kata-kata itu meliputi cara-cara berlaku,
kepercayaan-kepercayaan dan sikap-sikap, dan juga hasil dari kegiatan manusia
yang khas untuk suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu – agama Shinto
dan buddah dan penghormatan yang kuat terhadap generasi tua seperti halya
dengan sumpit dan teater kabuki adalah juga bagian dari kebudayaan jepang. Kita
masing-masing dilahirkan kedalam suatu kebudayaan yang bersifat kompleks dan
kebudayaan itu kuat sekali pengaruhnya terhadap cara hidup serta berlaku yang
akan kita ikuti selama hidup kita.(T.O.Ihroni)
B.KEBUDAYAAN DIPEROLEH DARI HASIL
BELAJAR
Kebudayaan merupakan cara
berlaku yang dipelajari; kebudayaan tidak tergantung dari transmisi biologi
atau pewarisan melalui unsur genetis. Perlu ditegaskan hal itu disini agar
dapat dibedakan perilaku budaya dari manusia dan primat yang lain dari tingkah
laku yang hampir selalu digerakkan oleh naluri.Semua manusia dilahirkan dengan
tingkah laku yang digerakkan oleh insting dan naluri yang walaupaun tidak termasuk
bagian dari kebudayaan., namun mempengaruhi kebudayaan. Misalnya, kebutuhan
akan makan adalah kebutuhan dasar yang tidak termasuk kebudayaan . Tapi
bagaimana kebutuhan-kebutuhan itu dipenuhi => apa yang kita makan => dan
bagaimana cara kita makan => adalah bagian dari kebudayaan kita. Jadi, semua
orang makan, tetapi kebudayaan yang berbeda melakukan kebudayaan dasar itu
dengan cara-cara yang sangat berbeda pula.(T.O.Ihromi)
C.KEBUDAYAAN MILIK BERSAMA
Kalau hanya seorang yang
memikirkan atau melakukan hal tertentu, maka hal itu adalah kebiasaan pribadi,
bukan satu pola kebudayaan.
Agar dapat secara tepat
terckup dalam kebudayaan ia harus dimiliki bersama oleh suatu bangsa atau oleh
sekelompok orang-orang. Jadi para ahli antropologi barulah berpendapat bahwa suatu
bangsa mempunyai kebudayaan, jika para warganya memiliki bersama sejumlah
pola-pola berpikir dan bekelakuan yang didapat melalui proses belajar.
Luas dan jenis kelompok
yang dimiliki bersama ciri-ciri sangat berbeda. Dalam keluarga kita, dan dengan
kawan-kawan kita misalnya, kita miliki bersama nilai-nilai, kepercayaan dan
cara berlaku tertentu (walaupun ahli antropologi tidak begitu perhatian kepada
kelompok budaya semacam ini) .(T.O.Ihromi)
D.KEBUDAYAAN
SEBAGAI POLA
Menurut Kamus Sosioogi Pola budaya adalah tatanan
dari unsur kebudayaan yang menjadi dasar keutuhan suatu kebudayaan tertentu,
dan pola budaya adalh konsep menggambarkan interelasi dari sebuah kelompok
orientasi kultural.
Menurut kamus Atropologi
pola budaya adalah rangkaian dari unsur-unsur yang menjadi ciri-ciri yang
paling menonjol dari suatu kebudayaan, yang selanjutnya dapat dipakai untuk
mendeskripsikan watak dari kebudayaan yang bersangutan.
Istilah dalam pola-pola kebudayaan
Nialai adalah sebuah
kepercayaan yang didasari pada sebuah kode etik didalam masyarakat, efektifitas
komunikasi antar manusia, termasuk komunikasi antar budaya, sangat tergantung
pada pemahaman tentang makna dalam nilai.
Bahasa adalah kebudayaan
ditemukan hanya dalam masyarakat manusia sebab hanya manusialah yang dapat
mengembangkan sistem simbol dan menggunakan secara lebih baik.
Pola-pola budaya melalui pendekatan
teoritis
Pola budaya menurut Edward
T. Hall bependapat bahwa setiap kebudayaan mengajarkan cara-cara tertentu untuk
memproses informasi yang masuk dan keluar “dai dan ke” sekeliling mereka.
Misalnya mengatur bagaimana setiap anggota budaya memahami proses pertukaran
informasi maupun kemasan informasi budaya itu sendiri.
E.KEBUDAYAAN BERSIFAT DINAMIS DAN
ADAKTIF
Pada umumnya kebudayaan
itu dikatakn bersifat adaktif, karena kebudayaan melegkapi manusia dengan
cara-cara penyesuaian diri pada kebutuhan-kebutuhan fsikologis dari mereka, dan
penyesuaian dari lingkungan yang bersifat fisik-geografis maupun pada
lingkungan sosialnya. Banyak cara yang wajar dalam dalam hubungan tertentunpada
suatu kelompok masyarakat memberi kesan janggal pada kelompok masyarakat yang
lain, tapi jika dipandang dari hubungan masyarakat tersebut dengan
lingkunganya, baru hubungan tersebut bisa dipahami.
Dalam hal
adaptasi kebudayaan, bangsa kita termasuk yang tertinggal dan tingkat
adaptasinya rendah. Misalnya saja internet, barang baru bagi masyarakat
Indonesia. Internet sebagai ikon global sudah menjamur ke pinggiran kota dan
mungkin merambah pedesaan, sebagaimana VCD. Rental dibuka dengan ruang yang
diberi sekat. Penyekatan ruang adalah sebagai penjagaan terhadap privacy.
Disana orang lebih dapat berkonsentrasi browsing, dan lainnya. Orang-orang
dapat mengakses apa saja yang mereka mau dan melihat dunia dengan segala
aspeknya, bahkan lekuk-lekuk tubuh yang paling tabu sekalipun. Akan tetapi,
sering terjadi permainan seksual di ruang rental internet, yang tentu bukan
pada tempatnya. Internet digunakan untuk mengakses video porno, sementara
sepasang pengakses menikmati kegiatan seksual pula. Peristiwa ini merambah
masyarakat terutama remaja.
Hal ini
menjadi bukti ketidakadaptifan masyarakat dalam dinamika budaya yang berupa
teknologi. Ketidaksiapan masyarakat terhadap perubahan budaya akan
mengakibatkan terjadinya culture shockatau goncangan budaya.
Kebudayaan
juga memiliki ciri dinamis atau selalu mengalami perubahan yang berarti pula
tidak statis.Kebudayaan bukan sesuatu yang terus-menerus tetap (bertumpuk). Pada waktu
yang sama dimana suatu kebudayaan ada, terdapat tanda-tanda kebudayaan baru.
Tanda-tanda itu bisa sebagai tambahan (addition)atau pengurangan (subtraction).Tanda-tanda
ini menyebabkan perubahan kebudayaan. Hal ini disebabkan kebudayaan berubah dan
berkembang secara dinamis setiap saat: kebudayaan tidak statis. Berbagai aspek
kebudayaan beserta tanda-tandanya akan terjalin rapat menjadi suatu pola yang
sangat komplek.
BAB III
KESIMPULAN
budayaan dapat diartikan:
“hal-hal yang bersangkutan dengan akal” (Oleh Prof.Dr.Koentjaraningrat). Kebudayaan
merupakan cara berlaku yang dipelajari.kebudayaan tidak tergantung dari
transmisi biologi atau pewarisan melalui unsur genetis.Agar dapat secara tepat
terckup dalam kebudayaan ia harus dimiliki bersama oleh suatu bangsa atau oleh
sekelompok orang-orang.Menurut Kamus
Sosioogi Pola budaya adalah tatanan dari unsur kebudayaan yang menjadi dasar
keutuhan suatu kebudayaan tertentu, dan pola budaya adalh konsep menggambarkan
interelasi dari sebuah kelompok orientasi kultural.Menurut kamus Atropologi
pola budaya adalah rangkaian dari unsur-unsur yang menjadi ciri-ciri yang
paling menonjol dari suatu kebudayaan, yang selanjutnya dapat dipakai untuk
mendeskripsikan watak dari kebudayaan yang bersangutan.
Dafta pustaka
Koentjaraningrat.
2009 pengantar Antropologi. Jakarta.Rineka Cipta.
Ihromi.
1987.pokok-pokok Antropologi budaya . Jakarta. PT GRAMEDIA.
Www.Hasnipastibisa.
Blogspot. Com/2009/11/pola-pola budaya/
Diakses
12/11/2013
pakpahan.2013.
kebudayaan bersifat dinamis dan adaktif.
Www.
Atterkesy. Blogspot.com/2011/09/kebudayaan memiliki ciri-ciri adaktif.
Diakses
12/11/2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar