Sabtu, 21 Desember 2013

KEBUDAYAAN




TUGAS MAKALAH
ANTROPOLOGI
 TENTANG KEBUDAYAAN



 





DISUSUN OLEH KELOMPOK: 4
KELAS            : PS1B
1.    Muhammad Fahlevi          (13.181.055)
2.    Hamzah                               (13.181.043)
3.    Falih hadi pradana            (13.181.046)


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG
2013



KATA PENGANTAR
Ahamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah SWT.yang dengan rahmat dan inayah-nya. Makalah KEBUDAYAAN ini telah selesai kami susun untuk dapat dipersentasikan dikalangan mahasiswa.
            Makalah ini kami susun dengan maksud untuk dapat dijdikan pedoman tambahan bagi para mahasiswa khususnya di Bina Darma.
            Isi makalah ini mecakup Definisi kebudayaan, Kebudayaan diperoleh dari belajar, Kebudayaan milik bersama, Kebudayaan sebagai pola, dan Kebudayaan bersifat dinamis dan adaptif.
            Dengan menggunakan makalah ini memahami dan menjaga kemudian melestarikan kebudayaan yang ada di indonesia ini. Dengan rasa iman, khusyuk, dan iklas dengan niat “Li ibtighaa mardhatillah”, yakni untuk memperoleh kridhaan Allah, baik di dunia maupun akhirat.
            Kepada para dosen dan ahli yang arif dan bijaksana penulis sangat mengharapkan fatwah dan tegur sapanya untuk perbaikan makalan dan mesempurnaan makalah ini.
Kepada Allah SWT. Kami memohon taufik dan hidayah-nya semoga usaha kami ini senantiasa dalam keridhaan-nya. Amin.


Palembang, 12 Nopember 2013
Penyusun
Kelompok 4

  
BAB I
PENDAHULUAN
Kata “kebudayaan” berasal dari kata sanskerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”.  Dengan demikian ke-budayaan dapat diartikan: “hal-hal yang bersangkutan dengan akal”

Semua konsep yang kita perlukan untuk menganalisa proses-proses pergerakan kebudayaan. Konsep yang terpenting adalah mengenai proses belajar kebudayaan itu sendiri,.terutama mengenai apa itu kebudayaan, kebudayaan diperoleh dari hasil belajar, kebudayaan milik bersama, kebudayaan sebagai pola, dan kebudayaan bersifat dinamis dan adaktif.
Negara Indonesia adalah negara terdiri dari berbagai suku bangsa, yang masing-masing memiliki  budaya  yang berbeda-beda. Perbedaan itulah yang menjadi ciri khas dan keunggulan Indonesia, Indonesia menjadi unik karena budayanya yang beragam.


BAB II
POKOK PEMBAHASAN
KEBUDAYAAN
A.DEFINISI KEBUDAYAAN MENURUT ILMU ANTROPOLOGI
Kata “kebudayaan” berasal dari kata sanskerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”.  Dengan demikian ke-budayaan dapat diartikan: “hal-hal yang bersangkutan dengan akal” (Oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat)
Meurut ilmu antropologi, “kebudayaan” adalah keseluruhan sistem gagasan, tidakan dan hasil karya manusia dalam  masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.(Oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat)
Definisi yang menganggap bahwa “kabudayaan”  dan  “tindakan kebudayaan” itu adalah segala tindakan yang harus dibiasakan oleh manusia dengan belajar (Learnet behavior), juga di ajukan oleh beberapa ahli antropologi terkenal seperti C.Wissler, C.Kluckhohn, A.Davis, atau A.Hoeble.(Oleh Prof. Dr. Koentjaraningrat)
Dalam kehidupan sehari-hari perkataan ” kebudayaan” berarti kualitas yang wajar yang dapat diperoleh dengan mengunjungi cukup banyak sandiwara dan konser tarian dan mengamati karya seni pada sekian banyak gedung kesenian. Tetapi seorang ahli antropologi mempunyai definisi yang lain. Dalam ringksan ini Ralph Linton menjelaskan bagaimana definisi kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari berbeda dari definisi seorang ahli antropologi. ”kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan dari masyarakat yang manapun tidak hanya mengenai cara hidup itu, yaitu bagian yang oleh masyarakat dianggap lebih tinggi atau lebih diinginkan.  Dalam arti cerita hidup masyarakat itu kalau kebudayaan diterapkan pada cara hidup kita sendiri, maka tidak ada sangkut pautnya dengan main piano atau menbaca karya sastrawan terkenal.
Untuk seorang ahli ilmu sosial,kegiatan seperti main pinano itu, merupakan elemen-elemen belaka dalam keseluruhan kebudayaan kita. Keseluruhan ini mencakup kegiatan-kegiatan duniawi seperti mencuci piring atau menyetir mobil dan untuk tujuan mempelajari kebudayaan , hal ininsama derajatnya dengan “hal-hal yang lebih halus dalam kehidupan”. Karena itu, seorang ahli ilmu sosial tidak ada masyarakat atu perorangan yang tidak berkebudayaan. Tapi masyarakat mempunyai kebudayaan, bagai manapun sederhananya kebudayaan itu dan setiap manusia adalah makhluk berbudaya, dalam arti mengambil bagian dalam suatu kebudayan”.
Jadi, kebudayaan menunjuk kpada berbagai aspek kehidupan. Kata-kata itu meliputi cara-cara berlaku, kepercayaan-kepercayaan dan sikap-sikap, dan juga hasil dari kegiatan manusia yang khas untuk suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu – agama Shinto dan buddah dan penghormatan yang kuat terhadap generasi tua seperti halya dengan sumpit dan teater kabuki adalah juga bagian dari kebudayaan jepang. Kita masing-masing dilahirkan kedalam suatu kebudayaan yang bersifat kompleks dan kebudayaan itu kuat sekali pengaruhnya terhadap cara hidup serta berlaku yang akan kita ikuti selama hidup kita.(T.O.Ihroni)
                                     
B.KEBUDAYAAN DIPEROLEH DARI HASIL BELAJAR
Kebudayaan merupakan cara berlaku yang dipelajari; kebudayaan tidak tergantung dari transmisi biologi atau pewarisan melalui unsur genetis. Perlu ditegaskan hal itu disini agar dapat dibedakan perilaku budaya dari manusia dan primat yang lain dari tingkah laku yang hampir selalu digerakkan oleh naluri.Semua manusia dilahirkan dengan tingkah laku yang digerakkan oleh insting dan naluri yang walaupaun tidak termasuk bagian dari kebudayaan., namun mempengaruhi kebudayaan. Misalnya, kebutuhan akan makan adalah kebutuhan dasar yang tidak termasuk kebudayaan . Tapi bagaimana kebutuhan-kebutuhan itu dipenuhi => apa yang kita makan => dan bagaimana cara kita makan => adalah bagian dari kebudayaan kita. Jadi, semua orang makan, tetapi kebudayaan yang berbeda melakukan kebudayaan dasar itu dengan cara-cara yang sangat berbeda pula.(T.O.Ihromi)


C.KEBUDAYAAN MILIK BERSAMA
Kalau hanya seorang yang memikirkan atau melakukan hal tertentu, maka hal itu adalah kebiasaan pribadi, bukan satu pola kebudayaan.
Agar dapat secara tepat terckup dalam kebudayaan ia harus dimiliki bersama oleh suatu bangsa atau oleh sekelompok orang-orang. Jadi para ahli antropologi barulah berpendapat bahwa suatu bangsa mempunyai kebudayaan, jika para warganya memiliki bersama sejumlah pola-pola berpikir dan bekelakuan yang didapat melalui proses belajar.
Luas dan jenis kelompok yang dimiliki bersama ciri-ciri sangat berbeda. Dalam keluarga kita, dan dengan kawan-kawan kita misalnya, kita miliki bersama nilai-nilai, kepercayaan dan cara berlaku tertentu (walaupun ahli antropologi tidak begitu perhatian kepada kelompok budaya semacam ini) .(T.O.Ihromi)

D.KEBUDAYAAN SEBAGAI POLA
Menurut  Kamus Sosioogi Pola budaya adalah tatanan dari unsur kebudayaan yang menjadi dasar keutuhan suatu kebudayaan tertentu, dan pola budaya adalh konsep menggambarkan interelasi dari sebuah kelompok orientasi kultural.
Menurut kamus Atropologi pola budaya adalah rangkaian dari unsur-unsur yang menjadi ciri-ciri yang paling menonjol dari suatu kebudayaan, yang selanjutnya dapat dipakai untuk mendeskripsikan watak dari kebudayaan yang bersangutan.
Istilah dalam pola-pola kebudayaan
Nialai adalah sebuah kepercayaan yang didasari pada sebuah kode etik didalam masyarakat, efektifitas komunikasi antar manusia, termasuk komunikasi antar budaya, sangat tergantung pada pemahaman tentang makna dalam nilai.
Bahasa adalah kebudayaan ditemukan hanya dalam masyarakat manusia sebab hanya manusialah yang dapat mengembangkan sistem simbol dan menggunakan secara lebih baik.
Pola-pola budaya melalui pendekatan teoritis
Pola budaya menurut Edward T. Hall bependapat bahwa setiap kebudayaan mengajarkan cara-cara tertentu untuk memproses informasi yang masuk dan keluar “dai dan ke” sekeliling mereka. Misalnya mengatur bagaimana setiap anggota budaya memahami proses pertukaran informasi maupun kemasan informasi budaya itu sendiri.
           
E.KEBUDAYAAN BERSIFAT DINAMIS DAN ADAKTIF
Pada umumnya kebudayaan itu dikatakn bersifat adaktif, karena kebudayaan melegkapi manusia dengan cara-cara penyesuaian diri pada kebutuhan-kebutuhan fsikologis dari mereka, dan penyesuaian dari lingkungan yang bersifat fisik-geografis maupun pada lingkungan sosialnya. Banyak cara yang wajar dalam dalam hubungan tertentunpada suatu kelompok masyarakat memberi kesan janggal pada kelompok masyarakat yang lain, tapi jika dipandang dari hubungan masyarakat tersebut dengan lingkunganya, baru hubungan tersebut bisa dipahami.
Dalam hal adaptasi kebudayaan, bangsa kita termasuk yang tertinggal dan tingkat adaptasinya rendah. Misalnya saja internet, barang baru bagi masyarakat Indonesia. Internet sebagai ikon global sudah menjamur ke pinggiran kota dan mungkin merambah pedesaan, sebagaimana VCD. Rental dibuka dengan ruang yang diberi sekat. Penyekatan ruang adalah sebagai penjagaan terhadap privacy. Disana orang lebih dapat berkonsentrasi browsing, dan lainnya. Orang-orang dapat mengakses apa saja yang mereka mau dan melihat dunia dengan segala aspeknya, bahkan lekuk-lekuk tubuh yang paling tabu sekalipun. Akan tetapi, sering terjadi permainan seksual di ruang rental internet, yang tentu bukan pada tempatnya. Internet digunakan untuk mengakses video porno, sementara sepasang pengakses menikmati kegiatan seksual pula. Peristiwa ini merambah masyarakat terutama remaja.
Hal ini menjadi bukti ketidakadaptifan masyarakat dalam dinamika budaya yang berupa teknologi. Ketidaksiapan masyarakat terhadap perubahan budaya akan mengakibatkan terjadinya culture shockatau goncangan budaya.
Kebudayaan juga memiliki ciri dinamis atau selalu mengalami perubahan yang berarti pula tidak statis.Kebudayaan bukan sesuatu yang terus-menerus tetap (bertumpuk). Pada waktu yang sama dimana suatu kebudayaan ada, terdapat tanda-tanda kebudayaan baru. Tanda-tanda itu bisa sebagai tambahan (addition)atau pengurangan (subtraction).Tanda-tanda ini menyebabkan perubahan kebudayaan. Hal ini disebabkan kebudayaan berubah dan berkembang secara dinamis setiap saat: kebudayaan tidak statis. Berbagai aspek kebudayaan beserta tanda-tandanya akan terjalin rapat menjadi suatu pola yang sangat komplek.



BAB III
KESIMPULAN
budayaan dapat diartikan: “hal-hal yang bersangkutan dengan akal” (Oleh Prof.Dr.Koentjaraningrat). Kebudayaan merupakan cara berlaku yang dipelajari.kebudayaan tidak tergantung dari transmisi biologi atau pewarisan melalui unsur genetis.Agar dapat secara tepat terckup dalam kebudayaan ia harus dimiliki bersama oleh suatu bangsa atau oleh sekelompok orang-orang.Menurut  Kamus Sosioogi Pola budaya adalah tatanan dari unsur kebudayaan yang menjadi dasar keutuhan suatu kebudayaan tertentu, dan pola budaya adalh konsep menggambarkan interelasi dari sebuah kelompok orientasi kultural.Menurut kamus Atropologi pola budaya adalah rangkaian dari unsur-unsur yang menjadi ciri-ciri yang paling menonjol dari suatu kebudayaan, yang selanjutnya dapat dipakai untuk mendeskripsikan watak dari kebudayaan yang bersangutan.




Dafta pustaka
Koentjaraningrat. 2009 pengantar Antropologi. Jakarta.Rineka Cipta.
Ihromi. 1987.pokok-pokok Antropologi budaya . Jakarta. PT      GRAMEDIA.
Www.Hasnipastibisa. Blogspot. Com/2009/11/pola-pola budaya/
Diakses 12/11/2013
pakpahan.2013. kebudayaan bersifat dinamis dan adaktif.
Www. Atterkesy. Blogspot.com/2011/09/kebudayaan memiliki ciri-ciri adaktif.
Diakses 12/11/2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar